Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Diatas Materai Yang Dapat Dijadikan Referensi

Contoh surat perjanjian hutang piutang diatas materai ini akan ditulis secara lengkap.

Bertujuan  bagi teman-teman yang belum mengerti mengenai apa saja yang harus dituliskan.

Semoga situs ini menjadi salah satu sumber referensinya.

Nantinya juga disediakan link untuk mendownload file dan bisa di edit menggunakan microsoft word.

Surat perjanjian hutang piutang ini sangat dibutuhkan bagi kalangan setiap lembaga atau perusahaan, 

Hal ini bertujuan untuk saling mengikat secara legal bagi kedua belah pihak yang melakukan hutang piutang

Oleh karena itu surat perjanjian dalam melakukan hutang piutang perlu dibuat untuk mengantisipasi konflik yang terjadi di masa mendatang.

Bagian penting yang harus ada dalam menulis surat perjanjian hutang piutang diatas materai ini

Sebuah surat perjanjian harus memuat informasi yang jelas, menguntungkan keduabelah pihak agar tidak menimbulkan kerancuan.

Besar nominalnya juga harus di tulis, serta hak dan kewajiban kedua pihak harus jelas tertulis.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Diatas Materai


Berikut apa saja yang harus ada dalam menuliskan surat perjanjian.


Judul

Ini bagian paling penting dalam penulisan surat, judul harus lengkap dan jelas menunjukan bahwa surat yang ditulis bertujuan untuk apa.


Identitas dari kedua pihak

Berisi tentang data identitas antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman


Isi

Dalam bagian ini dituliskan penjelasan mengenai besarnya nominal, batas waktu pengembalian, jaminan, cara pengembalian dan pasal-pasal yang berkaitan jika diperlukan.


Penutup

Berisi kalimat penutup disertai tanda tangan kedua pihak dan saksi-saksi yang terkait.


Sebaiknya surat di buat dua rangkap bertujuan agar kedua pihak bisa menyimpannya, 

Nanti bisa dijadikan alat bukti untuk klaim hukum antara pihak jika terjadi permasalahan dikemudian hari.


Surat Perjanjian ini memiliki fungsi, berikut penjelasanya:

  • Menjadi konfirmasi pihak-pihak yang terlibat dalam hutang-piutang.
  • Menjadi konfirmasi besaran hutang dan waktu transaksi dilakukan.
  • Mencegah kecurangan adanya penagihan jumlah yang tidak tepat atau mengelak dari pembayaran.
  • Menghindari perselisihan yang berisiko terjadi di kemudian hari.
  • Menghindari berbagai risiko lainnya yang mungkin terjadi.


Selain Fungsi, mungkin banyak yang belum mengetahui juga syarat membuat surat perjanjian hutang. 
Pada umumnya, pihak pemberi pinjaman akan mewajibkan kita memenuhi beberapa persyaratan atau menyertakan dokumen berikut.

- Fotokopi KTP, paspor, SIM, atau lainnya.
- Menyertakan fotokopi NPWP.
- Untuk hutang dengan tujuan usaha biasanya harus menyertakan fotokopi Akta Pendirian, surat perizinan usaha seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), rencana bisnis, hingga laporan keuangan perusahaan.

Jika sudah memahami fungsi serta syarat membuat surat perjanjian. 

Dibawah ini penulis akan menyajikan contoh surat perjanjian hutang piutang diatas materai


contoh surat perjanjian hutang piutang 1


contoh surat perjanjian hutang piutang 2


contoh surat perjanjian hutang piutang 3


contoh surat perjanjian hutang piutang 4


contoh surat perjanjian hutang piutang 5


contoh surat perjanjian hutang piutang 6


contoh surat perjanjian hutang piutang 7


contoh surat perjanjian hutang piutang 8

Teman sekalian juga dapat mendownload dan mengcopy salah satu isi surat perjanjiannya, tapi yang perlu diperhatikan adalah pada saat mengeditnya sesuaikan dengan kebutuhannya.

Perhatikan nama, alamat, dan identitas diri.

Ini hanya contoh saja, kalian harus mengcopy lalu mengedit di microsoft word laptop/komputer anda, ya walaupun dari via handphone bisa tapi akan lebih maksimal ketika mengedit di laptop/komputer.

Silahkah di dicopy, gunakan dengan bijak.

Download contoh surat perjanjian hutang piutang

Nah, sudah penulis sajikan bagian surat serta contoh dalam hal penulisan surat hutang piutang.


Surat perjanjian sangat dianjurkan dibuat untuk menjadi alat bukti yang sah jika di kemudian hari ada perselisihan antara kedua pihak.


Bagian surat perjanjian yang harus ditulis ialah judul surat, Identitas kedua pihak, Isi( menyangkut penjelasan nominal, batas waktu pelunasan, jaminan, pasal-pasal yang berkaitan, dan lain-lain), dan Penutup. 


Yang terakhir pastikan tanda tangan surat dilakukan di atas materai 10.000 sebagai jaminan alat bukti sumber hukum yang kuat.


Post a Comment for "Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Diatas Materai Yang Dapat Dijadikan Referensi"